Apa Risiko yang Terkait dengan Produk Berleveraj dalam Perdagangan Saham

Produk leverage memperbesar keuntungan dan kerugian. Panduan ini membahas risiko utama, mulai dari amplifikasi kerugian hingga margin call dan tekanan psikologis.

Pernyataan Penyangkalan

Ini bukan nasihat investasi. Informasi yang diberikan hanya untuk tujuan edukasi dan informasi serta tidak merupakan rekomendasi untuk membeli atau menjual produk keuangan apa pun.

Versi bahasa Inggris dari peringatan risiko ini bersifat otoritatif. Terjemahan disediakan hanya untuk kenyamanan.

Produk berleveraged, termasuk CFDs, futures, dan opsi, populer di kalangan trader saham yang ingin memperbesar imbal hasil dari setoran kecil. Leverage yang menghasilkan keuntungan 5 persen pada posisi 5:1 juga dapat menghasilkan kerugian 5 persen, dan kerugian tersebut bisa lebih besar daripada keuntungan karena spread, komisi, dan biaya pembiayaan. Trader yang menggunakan produk berleveraged harus memahami risiko utama sebelum membuka posisi pertama.

Risiko utama

Risiko pertama adalah amplifikasi kerugian. Leverage yang menghasilkan keuntungan 5 persen pada posisi 5:1 dapat menghasilkan kerugian 5 persen, dan kerugian bisa lebih besar daripada keuntungan karena spread, komisi, dan biaya pembiayaan. Trader yang menggunakan leverage tinggi dapat kehilangan seluruh setoran dalam satu kali perdagangan.

Risiko kedua adalah margin call. Broker dapat meminta dana tambahan jika posisi bergerak melawan trader dan ekuitas akun turun di bawah margin pemeliharaan. Trader yang tidak memiliki dana tambahan akan mengalami likuidasi posisi pada waktu terburuk yang mungkin, dan trader menyadari kerugian.

Risiko ketiga adalah biaya pembiayaan. Posisi yang menggunakan leverage meminjam selisih antara nilai posisi dan margin awal, dan broker mengenakan bunga atas jumlah yang dipinjam. Biaya pembiayaan dibayar semalam, dan biaya pembiayaan dipotong dari akun. Biaya pembiayaan menambah biaya perdagangan, dan biaya pembiayaan dapat mengikis keuntungan dari waktu ke waktu.

Risiko keempat adalah gap risk. Posisi yang menggunakan leverage dapat dilikuidasi oleh satu gap pada aset yang mendasarinya, dan gap dapat terjadi di luar jam perdagangan. Trader yang memegang posisi leverage selama akhir pekan atau selama peristiwa berita terpapar pada gap risk.

Risiko kelima adalah over-trading. Leverage membuat posisi terlihat lebih menarik, dan trader mungkin tergoda untuk mengambil posisi yang lebih besar daripada yang diizinkan oleh toleransi risiko trader. Trader yang over-trades mengekspos akun pada biaya transaksi yang lebih tinggi dan risiko kerugian yang lebih tinggi.

Risiko keenam adalah tekanan psikologis. Posisi yang menggunakan leverage bisa menimbulkan stres, dan trader mungkin tergoda untuk menjual pada waktu yang salah. Trader yang tidak dapat menangani tekanan sebaiknya tidak menggunakan leverage, dan trader harus mempertimbangkan posisi yang lebih kecil atau strategi yang berbeda.

Cara mengelola risiko

Teknik pertama adalah position sizing. Trader harus menentukan ukuran posisi sebesar persentase tetap dari akun, biasanya 1 persen hingga 2 persen dari akun per transaksi. Ukuran posisi dihitung sebagai jumlah dolar yang bersedia hilang oleh trader, dibagi dengan jarak menuju stop-loss.

Teknik kedua adalah stop-loss. Stop-loss adalah order yang menutup posisi pada harga yang telah ditentukan sebelumnya, dan stop-loss membatasi kerugian. Stop-loss harus ditempatkan pada level yang sesuai dengan toleransi risiko trader, dan stop-loss tidak boleh dipindahkan melawan trader.

Teknik ketiga adalah take-profit. Take-profit adalah order yang menutup posisi pada target keuntungan yang telah ditentukan sebelumnya, dan take-profit mengunci keuntungan. Take-profit berguna bagi trader yang ingin mengunci target profit, dan take-profit juga berguna bagi trader yang ingin menghindari pengembalian keuntungan.

Teknik keempat adalah diversifikasi. Trader harus menyebarkan risiko ke beberapa posisi, beberapa sektor, dan beberapa kelas aset. Diversifikasi mengurangi dampak satu kerugian terhadap keseluruhan portofolio.

Kesalahan umum yang harus dihindari

Kesalahan pertama adalah terlalu menggunakan leverage. Trader yang menggunakan leverage 20:1 pada saham yang volatil dapat kehilangan seluruh deposit hanya dalam satu kali perdagangan. Leverage harus disesuaikan dengan volatilitas aset yang mendasarinya, dan leverage harus disesuaikan dengan toleransi risiko trader.

Kesalahan kedua adalah memindahkan stop-loss. Trader yang memindahkan stop-loss melawan arah perdagangan memberi posisi ruang yang lebih besar untuk mengalami kerugian, dan trader tersebut meningkatkan risikonya. Stop-loss harus ditempatkan pada level yang trader merasa nyaman, dan stop-loss tidak boleh dipindahkan kecuali trader memiliki alasan baru.

Kesalahan ketiga adalah mengabaikan biaya pembiayaan. Posisi dengan leverage membayar biaya pembiayaan semalam, dan biaya pembiayaan menambah biaya perdagangan. Trader yang menahan posisi dengan leverage selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan membayar biaya pembiayaan yang signifikan, dan biaya pembiayaan dapat menghapus keuntungan.

Pertanyaan umum tentang produk berleveraj

Berapa leverage maksimum yang tersedia? Leverage maksimum bergantung pada regulator dan broker. Di Uni Eropa, leverage maksimum untuk klien ritel adalah 1:30 pada pasangan forex utama dan 1:5 pada saham. Broker lepas pantai (off-shore) dapat menawarkan leverage yang lebih tinggi, tetapi leverage yang lebih tinggi disertai tingkat perlindungan yang lebih rendah.

Apakah saya bisa kehilangan lebih dari setoran saya dengan leverage? Ya, dengan CFDs dan futures. Posisi dapat bergerak berlawanan dengan trader, dan broker dapat meminta margin tambahan. Trader yang tidak memiliki dana tambahan akan mengalami posisi dilikuidasi, dan trader tersebut masih dapat berutang kepada broker selisihnya.

Apakah leverage sama untuk semua saham? Tidak, leverage bergantung pada volatilitas saham yang mendasarinya. Saham yang volatil memiliki leverage lebih rendah, dan saham yang stabil dapat mendukung leverage yang lebih tinggi. Broker menetapkan leverage untuk setiap saham.

Sumber daya terkait

Dari mana memulai

Jika Anda sedang mengevaluasi produk leverage, langkah pertama yang paling berguna adalah menentukan risiko per transaksi, penurunan maksimum (maximum drawdown), dan jumlah maksimum posisi yang dapat dibuka. Perbandingan broker kami mencantumkan broker yang menawarkan trading dengan leverage dan alat manajemen risiko, yang bersama-sama memberi tahu Anda apa yang ditawarkan broker tersebut sebelum Anda melakukan transaksi leverage pertama.