Ini bukan nasihat investasi. Informasi yang diberikan hanya untuk tujuan edukasi dan informasi serta tidak merupakan rekomendasi untuk membeli atau menjual produk keuangan apa pun.
Produk leverage adalah instrumen keuangan yang menghasilkan kelipatan dari imbal hasil harian aset acuan. Bentuk yang paling umum adalah leveraged ETF, yaitu reksa dana yang diperdagangkan di bursa yang memegang portofolio swap atau futures untuk memberikan kelipatan tersebut. Bentuk lainnya termasuk leveraged CFDs, leveraged warrants, dan single-stock futures. Mekanismenya mirip di seluruh kategori, dan biayanya berbeda.
Reset harian
Produk leverage menargetkan kelipatan dari imbal hasil harian, bukan kelipatan dari imbal hasil kumulatif. Perbedaan ini adalah hal paling penting untuk dipahami. ETF S&P 500 leverage 2× bertujuan memberikan dua kali imbal hasil harian dari S&P 500, bukan dua kali imbal hasil tahunan. Dalam satu hari, produk tersebut bersih 2× dari S&P 500. Dalam seminggu, sebulan, atau setahun, produk tersebut tidak bersih 2× dari S&P 500, dan perbedaan itulah yang menjadi sumber dari “penurunan (decay) ETF leverage” yang sudah terkenal.
Decay tersebut dihasilkan dari rebalancing harian. Pada penutupan setiap hari perdagangan, produk leverage melakukan rebalancing ke kelipatan targetnya terhadap aset acuan. Jika S&P 500 naik 1% selama hari itu, produk 2× naik 2%. Hari berikutnya, produk dimulai dari level baru, dan kelipatan 2× diterapkan pada level tersebut. Jika S&P 500 turun 1% pada hari berikutnya, produk turun 2% dari level baru—yang merupakan jumlah dolar yang sedikit lebih kecil dibanding 2% dari level hari sebelumnya.
Seiring waktu, penggandaan (compounding) dari rebalancing harian menghasilkan imbal hasil yang berada di bawah 2× dari imbal hasil kumulatif S&P 500. Efeknya kecil pada pasar yang sedang tren, di mana imbal hasil harian sebagian besar bergerak ke arah yang sama, dan besar pada pasar yang “bergelombang” (choppy), di mana imbal hasil harian sering berbalik arah. Seorang trader yang memegang ETF S&P 500 leverage 2× selama setahun di pasar yang choppy dapat menghasilkan imbal hasil yang jauh di bawah 2× imbal hasil S&P 500, kadang-kadang bahkan negatif.
Bagaimana produk memberikan kelipatan tersebut
Sebuah leveraged ETF memberikan kelipatan harian melalui kombinasi swap dan futures. Dana tersebut membuat perjanjian swap dengan pihak lawan (biasanya bank besar), di mana pihak lawan membayar dana imbal hasil harian dari aset acuan yang dikalikan dengan faktor leverage. Dana membayar pihak lawan tingkat pembiayaan, yang biasanya adalah federal funds rate ditambah spread. Dana memegang kas, swap, dan sejumlah kecil saham aset acuan untuk melacak indeks.
Struktur swap adalah yang paling umum, dan memiliki dua risiko utama. Risiko pertama adalah risiko pihak lawan: jika pihak lawan swap gagal, dana dapat kehilangan nilai swap tersebut. Risiko kedua adalah biaya pembiayaan: spread yang dibayar dana kepada pihak lawan adalah biaya nyata, dan terakumulasi setiap hari. Biaya pembiayaan adalah alasan paling umum mengapa leveraged ETFs berkinerja lebih rendah daripada aset acuan mereka dalam jangka waktu panjang.
Sebuah leveraged CFD memberikan kelipatan tersebut melalui akun margin. Trader menyetor sebagian kecil dari ukuran posisi sebagai margin, dan broker meminjamkan sisanya. Posisi dinilai ulang terhadap nilai pasar setiap hari, dan akun trader dikreditkan atau didebet dengan imbal hasil harian. Biaya pembiayaan dibayarkan atas porsi yang dipinjam, dan biayanya terakumulasi setiap hari.
Biaya-biaya
Biaya pertama adalah expense ratio. ETF leveraged mengenakan expense ratio tahunan, biasanya 0,5% hingga 1,5%, yang lebih tinggi dibandingkan versi yang tidak leveraged. Expense ratio mencakup biaya operasional dana, spread dari pihak lawan swap, dan biaya manajer dana. Expense ratio dipublikasikan di factsheet dana, dan ini menjadi beban nyata terhadap imbal hasil.
Biaya kedua adalah biaya pendanaan. Untuk ETF leveraged, biaya pendanaan adalah spread dari pihak lawan swap, yang tertanam dalam imbal hasil dana. Untuk leveraged CFD, biaya pendanaan adalah overnight financing rate dari broker, yang dipublikasikan di halaman produk broker. Biaya pendanaan dibayarkan setiap hari, dan nilainya berkembang (compounding) seiring waktu.
Biaya ketiga adalah bid-ask spread. ETF leveraged diperdagangkan di bursa, dan spread adalah selisih antara harga bid dan harga ask. Spread biasanya lebih lebar dibandingkan versi yang tidak leveraged, karena dana memiliki likuiditas yang lebih rendah. Spread dibayar pada setiap transaksi, dan ini merupakan biaya nyata bagi trader aktif.
Biaya keempat adalah tracking error. ETF leveraged bertujuan memberikan kelipatan harian dari aset acuan, tetapi imbal hasil yang benar-benar terjadi biasanya sedikit berbeda dari target. Selisih tersebut adalah tracking error, dan merupakan hasil dari biaya dana, waktu rebalancing, serta kinerja pihak lawan swap. Tracking error dipublikasikan di factsheet dana, dan ini menjadi beban nyata terhadap imbal hasil.
Cara menggunakan produk leverage
Produk leverage paling sesuai untuk posisi taktis jangka pendek, ketika trader memiliki pandangan arah untuk beberapa hari dan ingin menyesuaikan ukuran posisi sesuai pandangan tersebut. Trader membeli produk leverage, menahannya selama durasi yang diharapkan, lalu menutup posisi. Reset harian tidak menjadi beban yang berarti dalam beberapa hari, dan biaya pendanaan relatif kecil.
Produk leverage kurang sesuai untuk penahanan jangka panjang, ketika trader menggunakan produk tersebut sebagai investasi. Reset harian akan mengakumulasi dengan cara yang menghasilkan imbal hasil di bawah aset acuan, dan biaya pendanaan dibayar untuk seluruh periode penahanan. Trader akan lebih baik menahan produk tanpa leverage, atau produk leverage jangka panjang yang dirancang untuk buy-and-hold (dengan kebijakan rebalancing yang kurang agresif dibanding rebalancing harian).
Produk leverage juga berguna untuk lindung nilai. Posisi short pada produk inverse 1× adalah cara yang bersih untuk melindungi portofolio long melalui jendela risiko yang sudah diketahui. Biayanya adalah suku bunga pendanaan ditambah tracking error, yang biasanya kecil untuk indeks-indeks utama.
Sumber daya terkait
Dari mana memulai
Jika Anda sedang mengevaluasi produk leverage untuk portofolio Anda, fitur yang paling berguna untuk dibandingkan adalah rasio leverage, kebijakan reset harian, biaya pembiayaan, dan rasio biaya (expense ratio). Perbandingan broker kami mencantumkan produk leverage yang tersedia di setiap broker dan regulator yang mengawasi akun tersebut, yang bersama-sama memberi Anda gambaran tentang biaya dan risiko sebelum Anda menentukan ukuran posisi.