Berapa Banyak Uang Tunai yang Harus Saya Simpan di Akun Trading Saya

Bantalan kas dalam akun trading adalah pertahanan trader terhadap penurunan (drawdowns), margin call, dan peluang yang terlewat. Ukuran yang tepat bergantung pada strategi dan volatilitas.

Pernyataan Penyangkalan

Ini bukan nasihat investasi. Informasi yang diberikan hanya untuk tujuan edukasi dan informasi serta tidak merupakan rekomendasi untuk membeli atau menjual produk keuangan apa pun.

Versi bahasa Inggris dari peringatan risiko ini bersifat otoritatif. Terjemahan disediakan hanya untuk kenyamanan.

Buffer kas dalam akun trading adalah kas yang dimiliki trader di akun tersebut, tidak diinvestasikan, tersedia untuk memenuhi margin call, untuk mendanai posisi baru, atau untuk menyerap penurunan nilai (drawdowns). Buffer kas adalah pertahanan trader terhadap hal-hal yang tidak terduga, dan ukuran yang tepat bergantung pada strategi, volatilitas kepemilikan, serta toleransi risiko trader. Kesalahan yang paling umum adalah menginvestasikan seluruh akun, yang membuat tidak ada buffer untuk drawdown berikutnya atau kesempatan berikutnya.

Mengapa menyimpan uang tunai sama sekali

Alasan paling umum adalah pertahanan. Penurunan (drawdown) pada posisi yang menggunakan leverage didanai dari uang tunai akun, dan trader yang tidak memiliki uang tunai dipaksa untuk menutup posisi lain untuk memenuhi panggilan tersebut. Penyangga kas menyerap drawdown, dan trader dapat mempertahankan posisi melalui fluktuasi normal tanpa dipaksa keluar.

Alasan kedua adalah peluang. Trader yang memiliki uang tunai di akun dapat memanfaatkan penurunan mendadak pada saham yang sedang ia pantau, atau kenaikan mendadak yang ingin ia short. Trader yang sepenuhnya terinvestasi tidak bisa bereaksi, dan peluang yang terlewat adalah biaya yang nyata.

Alasan ketiga adalah psikologis. Trader yang sepenuhnya terinvestasi terekspos pada seluruh volatilitas kepemilikan, dan stres karena melihat akun turun 10% dalam sehari adalah biaya nyata dalam hal kualitas tidur, fokus, dan pengambilan keputusan. Penyangga kas mengurangi volatilitas akun, dan trader dapat berpikir lebih jernih tentang posisi dan strategi.

Berapa banyak kas yang cukup

Jawaban jujurnya adalah itu tergantung pada strategi dan volatilitas dari kepemilikan. Seorang trader dengan portofolio buy-and-hold saham large-cap dapat menyimpan buffer kas yang lebih kecil (5% hingga 10% dari akun) karena volatilitasnya lebih rendah. Seorang trader dengan portofolio saham small-cap atau posisi yang menggunakan leverage membutuhkan buffer yang lebih besar (20% hingga 50% dari akun) karena volatilitasnya lebih tinggi.

Seorang trader dengan satu posisi yang menggunakan leverage membutuhkan buffer kas yang cukup besar untuk menyerap gap 20% pada posisi tersebut. Pada posisi senilai €10.000, buffer-nya adalah €2.000, yaitu 20% dari posisi. Buffer ini berada di samping margin awal, dan total kas di akun adalah margin awal ditambah buffer untuk gap.

Seorang trader dengan portofolio terdiversifikasi dari posisi yang tidak menggunakan leverage membutuhkan buffer yang lebih kecil, karena penurunan nilai (drawdowns) pada posisi individual lebih kecil dan kurang berkorelasi. Buffer kas 5% pada portofolio terdiversifikasi saham large-cap biasanya cukup untuk menyerap drawdown normal, dan trader dapat menggunakan kas tersebut untuk mendanai posisi baru ketika peluang muncul.

Biaya peluang dari uang tunai

Uang tunai memiliki biaya peluang. Seorang trader yang menyimpan 20% dari akun dalam bentuk uang tunai melepaskan imbal hasil dari 20% tersebut, yang dalam jangka panjang menjadi beban berarti bagi portofolio. Trader dengan imbal hasil yang diharapkan sebesar 7% untuk portofolio dan buffer uang tunai 20% melepaskan 1,4% per tahun, yang dalam 20 tahun adalah perbedaan besar pada kekayaan akhir.

Biaya peluang itu nyata, dan trader harus menimbangnya terhadap biaya karena tidak memiliki buffer. Trader dengan horizon jangka panjang dan portofolio ber-volatilitas rendah dapat menanggung buffer yang lebih kecil, karena biaya penurunan (drawdown) lebih kecil. Trader dengan horizon jangka pendek dan portofolio ber-volatilitas tinggi membutuhkan buffer yang lebih besar, karena biaya penurunan (drawdown) lebih besar.

Komprominya bersifat dinamis. Seorang trader dapat memegang buffer yang lebih kecil (5% hingga 10%) di pasar yang tenang, dan buffer yang lebih besar (20% hingga 30%) di pasar yang bergejolak. Pergeseran buffer adalah fungsi dari pandangan trader terhadap pasar, dan pandangan tersebut harus didasarkan pada analisis trader, bukan pada suasana hati trader.

Di mana menyimpan uang tunai

Uang tunai di akun trading biasanya disimpan dalam reksa dana pasar uang atau dalam program cash sweep milik broker. Reksa dana pasar uang memberikan imbal hasil yang mendekati tingkat bank sentral, dan uang tunai tersedia untuk mendanai transaksi atau memenuhi margin call. Program cash sweep milik broker memberikan imbal hasil yang biasanya lebih rendah daripada reksa dana pasar uang, tetapi uang tunai tersedia segera.

Pilihan di antara keduanya bergantung pada imbal hasil dan kenyamanan. Trader yang mengutamakan imbal hasil dapat menempatkan uang tunai di reksa dana pasar uang dan menerima penundaan satu hari dalam pendanaan transaksi. Trader yang mengutamakan kenyamanan dapat menempatkan uang tunai di program cash sweep milik broker dan menerima imbal hasil yang lebih rendah.

Uang tunai tidak diasuransikan seperti deposito bank. Reksa dana pasar uang menyimpan uang tunai dalam surat berharga pemerintah jangka pendek, dan nilai reksa dana dapat turun jika surat berharga tersebut gagal bayar. Program cash sweep milik broker biasanya merupakan deposito di bank tier-one, dan deposito tersebut dilindungi oleh skema asuransi deposito di yurisdiksi broker. Keduanya berbeda dalam risiko kredit, dan trader sebaiknya memahami perbedaannya.

Kapan harus menarik dana kas

Seorang trader sebaiknya menarik dana kas ketika peluangnya nyata dan biaya karena melewatkan peluang tersebut tinggi. Trader yang telah mengamati sebuah saham turun 20% dan memiliki kas untuk membelinya dapat mengambil posisi, dan kas tersebut dikonversi menjadi posisi. Penarikan dana kas adalah biaya yang nyata, tetapi biaya tersebut diimbangi oleh imbal hasil yang diharapkan dari posisi tersebut.

Seorang trader tidak sebaiknya menarik dana kas untuk memenuhi margin call pada posisi yang sedang rugi. Posisi yang rugi adalah sumber dari panggilan tersebut, dan menambahkan kas ke posisi yang rugi berarti menggandakan taruhan yang buruk. Jawaban yang jujur adalah menutup posisi yang rugi, menerima kerugian, dan menjaga kas untuk peluang yang lebih baik.

Sumber daya terkait

Dari mana memulai

Jika Anda sedang memutuskan berapa banyak kas yang harus disimpan, latihan yang paling berguna adalah menghitung kas yang dibutuhkan untuk menyerap penurunan (drawdown) 20% pada posisi Anda. Perbandingan broker kami mencantumkan program cash sweep dan opsi reksa dana pasar uang di setiap broker, yang bersama-sama memberi tahu Anda seperti apa imbal hasil dan kemudahan penggunaannya sebelum Anda memilih.