Cara Mengelola Leverage dalam Trading Saham

Mengelola leverage dimulai dengan ukuran posisi yang sesuai dengan stop, bukan dengan angka leverage yang ditawarkan oleh Broker. Mekanismenya penting, tetapi disiplin jauh lebih penting.

Pernyataan Penyangkalan

Ini bukan nasihat investasi. Informasi yang diberikan hanya untuk tujuan edukasi dan informasi serta tidak merupakan rekomendasi untuk membeli atau menjual produk keuangan apa pun.

Versi bahasa Inggris dari peringatan risiko ini bersifat otoritatif. Terjemahan disediakan hanya untuk kenyamanan.

Mengelola leverage bukan tentang memilih kelipatan tertinggi yang ditawarkan oleh Broker. Kelipatan tertinggi adalah cara tercepat untuk menghapus akun, dan trader yang memperlakukan leverage sebagai default alih-alih input yang dihitung sedang memakainya secara terbalik. Mengelola leverage berarti menentukan ukuran posisi berdasarkan stop dan akun, mempertahankan posisi hanya selama strategi membutuhkannya, serta menerima bahwa biaya leverage (pembiayaan, risiko gap, compounding) itu nyata dan terus-menerus.

Mekanismenya bisa dipelajari dalam satu sore. Disiplinlah yang membedakan trader yang menjaga modal mereka daripada yang tidak.

Tetapkan anggaran risiko per perdagangan

Langkah pertama adalah anggaran risiko yang ditulis. Sebagian besar manajer risiko profesional membatasi risiko per perdagangan tunggal pada 1-2% dari ekuitas akun. Trader dengan akun €10.000 dan anggaran 1% diizinkan untuk rugi €100 pada posisi mana pun. Angka ini tidak bisa ditawar, dan ukuran posisi dihitung dari belakang berdasarkan anggaran dan jarak stop, bukan dari depan berdasarkan leverage yang tersedia.

Anggaran risiko memaksa ukuran posisi turun ketika volatilitas meningkat dan stop melebar. Anggaran 1% pada stop selebar 5% memungkinkan posisi sebesar €2.000. Anggaran yang sama pada stop selebar 1% memungkinkan posisi sebesar €10.000. Trader tidak sedang memilih angka leverage; angka leverage adalah apa pun yang menghasilkan risiko dolar yang benar pada level stop.

Hitung leverage yang benar-benar Anda butuhkan

Leverage yang Anda butuhkan adalah ukuran posisi dibagi dengan ekuitas akun, bukan sebaliknya. Posisi €2.000 pada akun €10.000 adalah leverage 0,2×. Posisi €10.000 pada akun yang sama adalah 1× (tanpa leverage). Posisi €20.000 adalah 2×. Angka yang ditawarkan broker (5×, 10×, 30×) adalah batas maksimum, bukan target.

Trader yang menggunakan leverage tertinggi yang tersedia pada setiap posisi sedang mengambil posisi terbesar yang dapat didukung akun, dan posisi terbesar adalah yang paling mungkin memicu margin call. Trader yang hanya menggunakan leverage yang dibutuhkan oleh posisi tersebut sedang mengambil posisi yang diminta oleh strategi, dan ukuran posisi disesuaikan dengan anggaran risiko dan stop.

Hanya tahan selama strategi membutuhkannya

Leverage memiliki biaya penahanan. Biayanya adalah tingkat pembiayaan atas porsi yang dipinjam, dikenakan setiap hari, dan biayanya kecil untuk day trade serta menjadi berarti untuk posisi yang ditahan selama berbulan-bulan. Tingkat pembiayaan tahunan 6% pada posisi leverage 2× adalah beban tahunan 3% pada modal trader, dan beban tersebut bertambah (compound) bersama biaya-biaya lain dari strategi.

Jawaban yang jujur adalah menahan posisi selama periode yang memang dirancang oleh strategi, dan membayar biaya pembiayaan hanya untuk periode tersebut. Day trade menggunakan leverage selama jam-jam dan membayar biayanya untuk satu hari. Swing trade menggunakan leverage selama hari-hari dan membayar biayanya untuk hari-hari tersebut. Investor jangka panjang biasanya sebaiknya menggunakan leverage yang lebih kecil, atau tidak sama sekali, karena biaya pembiayaan selama bertahun-tahun jumlahnya besar.

Gunakan stop, dan patuhi

Stop adalah kontrol risiko paling penting pada posisi yang menggunakan leverage. Stop menentukan risiko dalam dolar saat masuk, dan risiko dalam dolar itulah yang menjadi dasar perhitungan ukuran posisi. Seorang trader yang memindahkan stop lebih jauh setelah posisi dibuka tidak lagi menjalankan rencana; trader tersebut sedang memperdagangkan harapan.

Stop seharusnya ditempatkan pada level yang sesuai dengan titik invalidasi strategi, bukan pada level yang sesuai dengan kerugian yang diinginkan trader. Trader breakout menempatkan stop di bawah level breakout. Trader mean-reversion menempatkan stop di atas high terbaru. Level tersebut ditentukan oleh pergerakan harga, bukan oleh selera trader terhadap risiko.

Hindari jebakan perilaku

Jebakan perilaku adalah bagian dari pengelolaan leverage yang tidak bisa diperbaiki oleh broker mana pun untuk trader. Trader yang sedang untung pada posisi berleverage enggan mengambil profit, karena imbal hasil terasa kecil dibandingkan leverage. Trader yang sedang rugi enggan mengambil kerugian, karena kerugian terasa besar. Hasilnya adalah posisi yang dipertahankan terlalu lama ke kedua arah, dan posisi tersebut terekspos pada penutupan paksa pada saat yang paling buruk.

Solusinya bersifat mekanis. Trader menetapkan target dan stop pada saat masuk, lalu trader keluar ketika salah satu tersentuh. Trader tidak mengubah rencana karena harga bergerak ke arah yang benar, dan trader tidak mengubah rencana karena harga bergerak ke arah yang salah. Rencana adalah rencana, dan rencana adalah satu-satunya pertahanan trader terhadap perilaku trader sendiri.

Sumber daya terkait

Dari mana memulai

Jika Anda sedang mencari cara untuk mengelola leverage dalam trading saham Anda, langkah pertama yang paling berguna adalah menuliskan anggaran risiko per transaksi, menghitung ukuran posisi berdasarkan stop, lalu membandingkan leverage yang tersirat dengan apa yang ditawarkan oleh broker Anda. Perbandingan broker kami mencantumkan leverage maksimum dan tingkat pembiayaan di setiap broker, yang bersama-sama memberi tahu Anda seperti apa biaya untuk mempertahankan posisi sebelum Anda mengambilnya.