Ini bukan nasihat investasi. Informasi yang diberikan hanya untuk tujuan edukasi dan informasi serta tidak merupakan rekomendasi untuk membeli atau menjual produk keuangan apa pun.
Kebutuhan margin adalah setoran minimum yang diminta oleh Broker untuk membuka posisi leverage. Perhitungannya sederhana: rumusnya dipublikasikan di situs web Broker, dan hasilnya adalah jumlah dalam dolar yang harus dimiliki trader di akun sebelum transaksi dilakukan. Kebanyakan trader bisa menghitungnya di kepala, tetapi jadwal yang dipublikasikan oleh Broker adalah sumber yang paling otoritatif, dan jadwal tersebut dapat berbeda berdasarkan instrumen, yurisdiksi, serta jenis akun trader.
Rumus dasar
Kebutuhan margin adalah ukuran posisi dikalikan dengan tingkat margin awal. Tingkat margin awal ditetapkan oleh regulator dan broker, serta dipublikasikan di halaman produk broker. Untuk saham AS besar dengan tingkat margin ritel 50%, posisi senilai €10.000 memerlukan setoran €5.000. Untuk saham AS besar dengan tingkat margin ritel 25%, posisi senilai €10.000 memerlukan setoran €2.500.
Tingkat margin awal adalah setoran pada saat membuka perdagangan. Margin pemeliharaan adalah setoran yang diperlukan untuk menjaga posisi tetap terbuka saat nilainya bergerak. Margin pemeliharaan biasanya lebih rendah daripada margin awal, dan merupakan level di mana peringatan margin (margin call) dipicu. Untuk saham AS besar dengan margin awal 50% dan margin pemeliharaan 25%, posisi dibuka dengan setoran €5.000 dan margin call akan dipicu ketika ekuitas trader turun hingga 25% dari nilai posisi.
Variabel yang berubah dalam perhitungan
Tingkat margin awal bukanlah satu angka tunggal. Nilainya bervariasi berdasarkan instrumen, yurisdiksi, jenis akun trader, dan kadang-kadang berdasarkan tingkat pengalaman trader. Saham AS besar dengan likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar memiliki tingkat terendah. Saham AS minor, saham small-cap, dan saham dengan volatilitas tinggi memiliki tingkat yang lebih tinggi. ETF biasanya diperlakukan seperti kumpulan aset yang mendasarinya. Opsi memiliki jadwal margin terpisah, sering kali dihitung menggunakan model berbasis skenario.
Yurisdiksi berpengaruh karena regulator di wilayah yang berbeda menetapkan batas (cap) yang berbeda. ESMA di UE membatasi leverage ritel pada 1:5 untuk saham-saham utama, yang setara dengan margin awal 20%. FCA di Inggris memiliki batas yang serupa. ASIC Australia telah memperketat aturannya agar sesuai. Broker offshore dapat menawarkan leverage yang lebih tinggi, tetapi perlindungan regulasinya lebih tipis.
Jenis akun berpengaruh karena akun profesional dan akun institusional memiliki jadwal margin yang berbeda dibanding akun ritel. Trader yang memenuhi syarat sebagai klien profesional berdasarkan MiFID II dapat mengajukan leverage yang lebih tinggi, tetapi trader tersebut harus memenuhi kriteria, yang mencakup ukuran transaksi minimum, ukuran portofolio minimum, dan pengalaman kerja yang relevan.
Peran ukuran posisi
Ukuran posisi adalah pilihan trader, dan kebutuhan margin meningkat seiring dengan ukuran tersebut. Posisi €10.000 dengan margin awal 20% memerlukan setoran €2.000. Posisi €50.000 dengan margin awal yang sama 20% memerlukan setoran €10.000. Akun trader harus memiliki setidaknya jumlah setoran dalam bentuk kas sebelum perdagangan dilakukan, dan broker tidak akan mengizinkan perdagangan jika akun tidak memiliki kas.
Ukuran posisi adalah kesalahan paling umum dalam perhitungan margin. Seorang trader yang ingin mengambil posisi €50.000 dengan margin awal 20% memerlukan setoran €10.000, dan akun harus memiliki setidaknya jumlah tersebut dalam bentuk kas. Seorang trader yang tidak memiliki kas akan ditolak oleh broker, atau dipaksa untuk menutup posisi lain untuk membebaskan kas.
Peran kas dan efek yang dapat dijadikan margin
Kebutuhan margin dapat dipenuhi dengan kas atau dengan efek yang dapat dijadikan margin. Seorang trader yang memiliki €10.000 dalam kas dan €20.000 dalam efek yang dapat dijadikan margin dapat memenuhi kebutuhan margin sebesar €10.000 dengan salah satu cara tersebut. Broker biasanya lebih menyukai kas, tetapi broker akan menerima efek jika efek tersebut ada dalam daftar yang memenuhi syarat.
Daftar efek yang dapat dijadikan margin dipublikasikan di situs web broker, dan daftar tersebut dapat berubah dari waktu ke waktu. Seorang trader yang berencana menggunakan efek untuk memenuhi kebutuhan margin harus memeriksa daftar tersebut sebelum melakukan transaksi. Efek yang ada dalam daftar hari ini dapat dihapus besok, terutama di pasar yang volatil.
Cara menghitung kebutuhan margin untuk perdagangan tertentu
Perhitungannya adalah: ukuran posisi × tingkat margin awal. Untuk posisi €10.000 pada saham AS utama dengan margin awal 20%, kebutuhan margin adalah €2.000. Trader perlu setidaknya €2.000 dalam kas atau sekuritas yang memenuhi syarat untuk dijadikan margin di akun sebelum perdagangan ditempatkan. Tiket pesanan broker biasanya menampilkan kebutuhan margin sebelum perdagangan dikonfirmasi, dan trader dapat memeriksa angkanya terhadap jadwal yang dipublikasikan broker.
Untuk perdagangan yang lebih kompleks, perhitungannya adalah: ukuran posisi × tingkat margin awal untuk setiap leg, dijumlahkan. Untuk spread opsi, margin awal biasanya adalah biaya spread ditambah persentase dari underlying, dan kalkulator margin opsi broker menangani detailnya. Untuk posisi futures, margin awal ditetapkan oleh bursa, dan halaman produk broker menampilkan tarifnya.
Sumber daya terkait
Dari mana memulai
Jika Anda menghitung kebutuhan margin untuk perdagangan tertentu, angka yang paling berguna adalah tingkat initial margin yang dipublikasikan oleh broker untuk instrumen tersebut. Perbandingan broker kami mencantumkan leverage dan instrumen yang memenuhi syarat di setiap broker, yang bersama-sama memberi tahu Anda seperti apa kebutuhan margin sebelum Anda melakukan perdagangan.