Ini bukan nasihat investasi. Informasi yang diberikan hanya untuk tujuan edukasi dan informasi serta tidak merupakan rekomendasi untuk membeli atau menjual produk keuangan apa pun.
Leveraged inverse ETFs adalah ETF yang bertujuan untuk memberikan kelipatan dari kebalikan (opposite) dari imbal hasil harian indeks acuan. ETF inverse 2× pada S&P 500 bertujuan untuk menghasilkan kenaikan 2% pada hari indeks turun 1%, dan kerugian 2% pada hari indeks naik 1%. Penyesuaian (reset) harian berlaku, dan risiko penggandaan (compounding) yang sama yang berlaku pada leveraged ETFs juga berlaku pada leveraged inverse ETFs, dengan tambahan bahwa hubungan terbalik tersebut sulit dipertahankan selama beberapa hari.
Risiko leveraged inverse ETFs sama seperti risiko leveraged ETFs, dengan dua risiko tambahan: penurunan nilai (decay) dalam pasar yang sedang tren dan tracking error dalam pasar yang volatil. Produk ini dirancang untuk lindung nilai jangka pendek dan posisi short taktis, dan produk ini tidak dirancang untuk posisi short jangka panjang pada indeks.
Risiko penggandaan (compounding)
Risiko penggandaan adalah risiko paling signifikan dari leveraged inverse ETF. Reset harian berarti bahwa imbal hasil produk selama periode beberapa hari bukanlah kelipatan sederhana dari imbal hasil indeks. Dalam pasar yang turun 1% selama tiga hari berturut-turut, ETF inverse 2× memperoleh 2% per hari, dan keuntungan bersih selama tiga hari adalah 6,12% (bukan 6% yang sederhana). Dalam pasar yang naik 1% selama tiga hari berturut-turut, ETF inverse 2× kehilangan 2% per hari, dan kerugian bersih selama tiga hari adalah -5,88% (bukan -6%).
Perbedaan antara imbal hasil sederhana dan imbal hasil penggandaan kecil dalam beberapa hari dan besar dalam banyak hari. Pada pasar yang sedang tren (naik atau turun), penggandaan bekerja untuk atau melawan produk. Pada pasar yang berombak (choppy), penggandaan bekerja melawan produk, karena produk kehilangan nilai dari reset harian meskipun indeks tidak bergerak (flat).
Risiko gap
Risiko gap pada ETF inverse leveraged adalah sama seperti risiko gap pada ETF leveraged biasa. ETF diberi harga pada penutupan, dan gap pada pembukaan berikutnya tercermin dalam harga ETF. Gap naik 3% pada indeks menghasilkan kerugian 6% pada ETF inverse 2× dan kerugian 9% pada ETF inverse 3×.
Risiko gap paling tajam ketika trader menggunakan ETF inverse leveraged sebagai lindung nilai (hedge) terhadap portofolio long. Jika pasar melakukan gap naik pada pembukaan, portofolio long memperoleh keuntungan (yang melindungi kerugian ETF inverse), dan posisi gabungan terlindungi. Jika trader memegang ETF inverse leveraged sebagai posisi short yang berdiri sendiri, kerugian akibat gap adalah biaya yang nyata.
Kesalahan pelacakan (tracking error)
Kesalahan pelacakan adalah selisih antara imbal hasil produk dan kelipatan yang diharapkan dari imbal hasil indeks. Kesalahan pelacakan dihasilkan oleh biaya pengelolaan ETF, biaya pendanaan dari derivatif, dan inefisiensi rebalancing ETF. Kesalahan pelacakan biasanya kecil untuk ETF indeks utama (0,1-0,5% per tahun) dan lebih besar untuk ETF indeks khusus (0,5-2% per tahun).
Kesalahan pelacakan bertambah secara kumulatif dari waktu ke waktu, dan trader yang memegang produk lebih dari beberapa hari seharusnya mengharapkan imbal hasil yang berada di bawah kelipatan kali imbal hasil indeks. Kesalahan pelacakan adalah alasan bahwa pemegang jangka panjang ETF inverse leveraged secara konsisten berkinerja di bawah imbal hasil yang diharapkan.
Risiko pasar yang sedang tren
Risiko pasar yang sedang tren adalah spesifik untuk ETF inverse berleveraj. Dalam pasar yang sedang naik (pasar bull), ETF inverse berleveraj akan kehilangan nilai setiap hari, dan penggandaan (compounding) memperbesar kerugian. ETF inverse 2× dalam pasar yang naik 1% per bulan selama setahun menghasilkan kerugian sekitar 20-25%, yang lebih besar daripada -12% yang diharapkan dari penggandaan sederhana.
Trader yang menggunakan ETF inverse berleveraj sebagai posisi short jangka panjang di pasar yang sedang tren sedang melawan tren indeks dan compounding. Trader sebaiknya menggunakan instrumen lain untuk posisi short jangka panjang (opsi put, ETF short tanpa leverage, atau posisi short futures).
Kapan menggunakan leveraged inverse ETF
Satu-satunya penggunaan yang aman adalah sebagai lindung nilai jangka pendek untuk posisi portofolio. Trader yang memiliki portofolio panjang dan mengantisipasi penurunan jangka pendek (rapat Fed, musim laporan pendapatan, peristiwa yang sudah diketahui) dapat menggunakan leveraged inverse ETF sebagai lindung nilai untuk beberapa hari. Lindung nilai ditutup setelah risiko penurunan berlalu, dan biaya lindung nilai adalah daily carry ETF.
Produk ini tidak berguna sebagai posisi short mandiri untuk lebih dari beberapa hari. Penggandaan (compounding), risiko gap, dan tracking error semuanya menggerus imbal hasil, sehingga trader akan lebih baik menggunakan standard inverse ETF, opsi put, atau posisi short futures.
Sumber daya terkait
Dari mana memulai
Jika Anda sedang menilai leveraged inverse ETF, fitur yang paling berguna untuk diperiksa adalah rasio leverage, rasio biaya (expense ratio), riwayat tracking error, dan volatilitas indeksnya. Perbandingan broker kami mencantumkan produk ETF yang tersedia di setiap broker, yang bersama-sama memberi Anda gambaran tentang biaya dan risiko seperti apa sebelum Anda membeli.