Ini bukan nasihat investasi. Informasi yang diberikan hanya untuk tujuan edukasi dan informasi serta tidak merupakan rekomendasi untuk membeli atau menjual produk keuangan apa pun.
Indikator adalah perhitungan yang diterapkan pada feed harga atau pada volume, dan hasilnya diplot pada chart sebagai garis, histogram, atau pita. Indikator merangkum banyak pergerakan harga menjadi satu nilai, dan trader menggunakan nilai tersebut untuk mengonfirmasi transaksi. MetaTrader hadir dengan puluhan indikator bawaan, dan platform ini mendukung indikator kustom dalam MQL4 dan MQL5.
Apa itu indikator
Indikator adalah perhitungan yang diterapkan pada feed harga atau pada volume, dan indikator tersebut diplot pada chart sebagai garis, histogram, atau pita. Indikator merangkum pergerakan harga menjadi satu nilai, dan trader menggunakan nilai tersebut untuk membuat keputusan trading. MetaTrader hadir dengan puluhan indikator bawaan, dan platform ini mendukung indikator kustom dalam MQL4 dan MQL5.
Indikator terbagi ke dalam tiga kategori utama: indikator tren, yang menunjukkan arah tren; indikator momentum, yang menunjukkan kecepatan perubahan harga; dan indikator volume, yang menunjukkan partisipasi di balik pergerakan harga. Trader biasanya mengombinasikan satu indikator dari setiap kategori, dan trader menggunakan kombinasi tersebut untuk mengonfirmasi transaksi.
Indikator tren
Indikator tren pertama adalah moving average, yang menghaluskan pergerakan harga dan menunjukkan arah. simple moving average menggunakan rata-rata dari N penutupan terakhir, dan exponential moving average memberi bobot lebih besar pada harga-harga terbaru. Trader menggunakan dua moving average dengan periode yang berbeda, dan persilangan dari kedua rata-rata tersebut adalah sebuah sinyal.
Indikator tren kedua adalah MACD, yaitu selisih antara dua exponential moving averages yang diplot bersama dengan signal line. MACD menunjukkan momentum dari tren, dan persilangan MACD dan signal line adalah sebuah sinyal. MACD bekerja pada saham yang sedang tren, dan MACD menghasilkan sinyal palsu pada pasar yang bergerak dalam kisaran (range-bound).
Indikator tren ketiga adalah Ichimoku Kinko Hyo, yang menggabungkan lima garis untuk menunjukkan tren, momentum, serta support dan resistance. Ichimoku bekerja pada saham yang likuid dan indeks-indeks utama, dan Ichimoku lebih sulit dibaca pada saham small-cap.
Indikator momentum
Indikator momentum pertama adalah Relative Strength Index (RSI), yang membandingkan rata-rata kenaikan dengan rata-rata penurunan selama periode pengamatan (lookback). RSI berosilasi antara 0 dan 100, dan nilai di atas 70 dianggap overbought, sedangkan nilai di bawah 30 dianggap oversold. Trader menggunakan RSI untuk menentukan waktu masuk sesuai arah tren.
Indikator momentum kedua adalah Stochastic Oscillator, yang membandingkan harga penutupan dengan rentang selama periode pengamatan (lookback). Stochastic memiliki dua garis, yaitu %K dan %D, dan perpotongan kedua garis di zona overbought atau oversold adalah sinyal. Stochastic bekerja pada saham yang bergerak dalam kisaran (range-bound), dan Stochastic dapat menghasilkan sinyal palsu pada tren yang kuat.
Indikator momentum ketiga adalah Average Directional Index (ADX), yang mengukur kekuatan tren tanpa memandang arahnya. ADX tidak menunjukkan arah, dan ADX digunakan bersama indikator tren untuk mengonfirmasi kekuatan. Nilai di atas 25 menunjukkan tren yang kuat, dan nilai di bawah 20 menunjukkan tren yang lemah atau pergerakan dalam kisaran.
Indikator volume
Indikator volume pertama adalah On Balance Volume (OBV), yang menambahkan volume pada hari-hari naik dan mengurangi volume pada hari-hari turun. OBV menunjukkan arus kumulatif, dan divergensi antara OBV dan harga adalah sinyal. OBV bekerja pada saham dengan data volume yang andal, dan OBV kurang dapat diandalkan pada saham CFDs.
Indikator volume kedua adalah Accumulation/Distribution Line, yang menggunakan penutupan relatif terhadap rentang untuk memberi bobot pada volume. Indikator ini menunjukkan tekanan beli dan tekanan jual, dan divergensi adalah sinyal. Indikator ini bekerja pada saham dengan data volume yang andal.
Indikator volume ketiga adalah Volume Profile, yang menampilkan volume yang diperdagangkan pada setiap level harga. Volume Profile tidak dibangun ke dalam MetaTrader, dan trader perlu indikator kustom atau add-on berbayar. Volume Profile berguna untuk mengidentifikasi level support dan resistance.
Menggabungkan indikator
Kombinasi yang umum adalah indikator tren dan indikator momentum. Indikator tren menunjukkan arah, dan indikator momentum menunjukkan waktu. Entri long terjadi ketika tren sedang naik dan momentum sedang oversold, sedangkan entri short terjadi ketika tren sedang turun dan momentum sedang overbought.
Trader sebaiknya menghindari penggunaan beberapa indikator dari kategori yang sama, karena indikator-indikator tersebut memberikan sinyal yang sama. Trader juga sebaiknya menghindari penggunaan terlalu banyak indikator, karena grafik menjadi berantakan, dan trader kewalahan oleh sinyal-sinyal tersebut.
Pertanyaan umum tentang indikator
Indikator mana yang paling akurat? Tidak ada indikator yang paling akurat, karena setiap indikator adalah perhitungan berdasarkan data historis, dan data historis tidak memprediksi masa depan. Akurasi bergantung pada pasar, timeframe, dan disiplin trader.
Bisakah saya menulis indikator saya sendiri? Ya, di MQL4 atau MQL5. Bahasa MQL terdokumentasi dengan baik, dan bahasa tersebut memiliki akses ke price feed, buffer indikator, dan objek chart. Trader bisa mulai dengan indikator sederhana seperti moving average, dan trader bisa menambahkan fitur dari waktu ke waktu.
Berapa banyak indikator yang harus saya gunakan? Kebanyakan trader menggunakan dua hingga tiga indikator, dan indikator tersebut berasal dari kategori yang berbeda. Semakin banyak indikator menghasilkan lebih banyak sinyal, dan semakin banyak sinyal berarti lebih banyak transaksi, dan semakin banyak transaksi berarti lebih banyak komisi dan lebih banyak risiko.
Sumber daya terkait
Dari mana memulai
Jika Anda sedang mengevaluasi indikator, langkah pertama yang paling berguna adalah memilih satu indikator tren dan satu indikator momentum, lalu menerapkan indikator-indikator tersebut pada bagan saham yang Anda ikuti. Perbandingan broker kami mencantumkan broker MetaTrader dan produk yang tersedia, yang bersama-sama memberi tahu seperti apa tampilan platform sebelum Anda membangun strategi pertama berbasis indikator.