Memahami Persyaratan Margin untuk Opsi

Margin opsi adalah jaminan yang diminta broker untuk menahan posisi opsi. Persyaratannya bervariasi berdasarkan jenis opsi, strike, dan tanggal kedaluwarsa. Penjual memerlukan margin; pembeli tidak.

Pernyataan Penyangkalan

Ini bukan nasihat investasi. Informasi yang diberikan hanya untuk tujuan edukasi dan informasi serta tidak merupakan rekomendasi untuk membeli atau menjual produk keuangan apa pun.

Versi bahasa Inggris dari peringatan risiko ini bersifat otoritatif. Terjemahan disediakan hanya untuk kenyamanan.

Margin opsi adalah jaminan (collateral) yang diminta oleh broker untuk menahan posisi opsi yang masih terbuka. Margin diperlukan untuk penjual opsi (yang memiliki kewajiban untuk membeli atau menjual saham), dan margin tidak diperlukan untuk pembeli opsi (yang sudah membayar premi dan tidak dapat mengalami kerugian lebih dari premi).

Kebutuhan margin ditetapkan oleh broker dan regulator, dan nilainya bervariasi berdasarkan jenis opsi, strike, jatuh tempo (expiry), serta volatilitas dari aset yang mendasarinya.

Kebutuhan margin penjual opsi adalah yang paling relevan bagi trader yang sedang mengevaluasi leverage opsi. Penjual menanggung risiko opsi tersebut dieksekusi, dan broker menginginkan jaminan untuk menutup potensi kerugian. Kebutuhan margin menentukan seberapa besar bagian akun yang terikat pada posisi tersebut dan seberapa besar leverage yang dapat digunakan oleh penjual.

Mengapa pembeli tidak perlu margin

Pembeli opsi telah membayar premi sepenuhnya. Pembeli tidak dapat mengalami kerugian lebih dari premi, dan broker tidak memiliki risiko kredit terhadap pembeli. Akun pembeli tidak perlu margin, karena kerugian maksimum pembeli adalah premi, dan premi tersebut kecil dibandingkan nilai notional saham.

Akun pembeli didebit sebesar premi pada saat pembelian, dan premi adalah komitmen finansial maksimum pembeli. Pembeli dapat menahan opsi hingga jatuh tempo tanpa menambahkan dana apa pun, apa pun sejauh mana harga saham bergerak melawan opsi tersebut. Satu-satunya risiko pembeli adalah premi yang hilang.

Mengapa penjual perlu margin

Penjual opsi memiliki kewajiban untuk membeli atau menjual saham pada harga strike jika opsi tersebut dieksekusi. Kerugian maksimum penjual tidak terdefinisi (untuk opsi call telanjang) atau besar (untuk opsi put telanjang, hingga harga strike dikali jumlah saham). Broker memerlukan margin untuk menutupi potensi kerugian jika penjual tidak dapat memenuhi kewajiban tersebut.

Kebutuhan margin untuk penjual lebih tinggi untuk opsi berjangka pendek (masa kedaluwarsa sudah dekat, dan pergerakan saham bisa besar dibandingkan nilai opsi) serta lebih rendah untuk opsi berjangka panjang (masa kedaluwarsa jauh, dan pergerakan saham kecil dibandingkan nilai opsi). Kebutuhan margin juga lebih tinggi untuk saham yang volatil dan lebih rendah untuk saham yang stabil.

Perhitungan margin

Perhitungan margin untuk penjual opsi didasarkan pada nilai opsi saat ini dan potensi kerugian opsi tersebut. Rumus margin standar (yang digunakan di AS di bawah Reg T dan di UE di bawah aturan ESMA) adalah: margin = 20% dari nilai aset yang mendasarinya dikurangi jumlah out-of-the-money ditambah premi opsi saat ini.

Contoh konkret: seorang trader menjual opsi put telanjang pada saham €100, dengan strike €95 dan premi €2 (opsi tersebut out-of-the-money sebesar €5). Margin adalah 20% × €10.000 = €2.000, dikurangi €5 × 100 = €500 (jumlah out-of-the-money), ditambah €2 × 100 = €200 (premi). Total margin adalah €1.700.

Margin disesuaikan setiap hari berdasarkan harga saham dan nilai opsi. Jika saham turun, margin meningkat. Jika saham naik, margin menurun. Akun penjual harus memiliki ekuitas yang cukup untuk menutup margin setiap saat, dan peringatan margin (margin call) dikeluarkan jika ekuitas turun di bawah maintenance margin.

Alternatif margin berbasis portofolio

Beberapa Broker menawarkan portfolio margin (PM) untuk trader profesional dan bervolume tinggi. Model PM menghitung margin berdasarkan risiko seluruh portofolio, bukan berdasarkan risiko masing-masing posisi individual. Margin PM lebih rendah daripada margin standar untuk portofolio yang terhedge dengan baik, dan margin PM lebih tinggi untuk portofolio yang terkonsentrasi.

Model PM paling berguna bagi trader yang memiliki portofolio opsi yang terdiversifikasi (opsi long dan short, posisi covered dan naked, serta dihedge dengan saham yang mendasarinya). Model PM kurang berguna bagi trader yang hanya memegang satu posisi opsi naked, karena margin PM mirip dengan margin standar untuk posisi yang terkonsentrasi.

Margin untuk berbagai strategi opsi

Covered call (memiliki saham dan menjual opsi call) memiliki kebutuhan margin yang lebih rendah dibandingkan naked call (menjual opsi call tanpa memiliki saham). Covered call adalah posisi yang dilindungi (hedged), karena saham menutupi kewajiban call, dan margin-nya sama dengan margin saham atau nilai penuh saham.

Protective put (memiliki saham dan membeli opsi put) memiliki kebutuhan margin yang sama dengan margin saham atau nilai penuh saham. Put tersebut adalah lindung nilai (hedge), dan margin mencerminkan posisi pembeli pada saham, bukan nilai put.

Spread (membeli dan menjual opsi pada saham yang sama dengan strike atau jatuh tempo yang berbeda) memiliki kebutuhan margin yang lebih rendah daripada margin opsi naked, karena spread adalah posisi yang dilindungi. Kerugian maksimum spread didefinisikan, dan broker menggunakan kerugian yang didefinisikan tersebut sebagai kebutuhan margin.

Sumber daya terkait

Dari mana memulai

Jika Anda sedang menilai margin opsi, langkah pertama yang paling berguna adalah memeriksa model margin broker (standar atau portofolio), tarif margin untuk strategi Anda, dan persyaratan margin pemeliharaan. Perbandingan broker kami mencantumkan broker opsi dan tarif margin, yang bersama-sama memberi Anda gambaran seperti apa margin tersebut sebelum Anda menjual opsi pertama Anda.