Ini bukan nasihat investasi. Informasi yang diberikan hanya untuk tujuan edukasi dan informasi serta tidak merupakan rekomendasi untuk membeli atau menjual produk keuangan apa pun.
Rasio utang terhadap ekuitas (D/E) adalah metrik keuangan yang mengukur bagaimana sebuah perusahaan membiayai operasinya: melalui utang (uang pinjaman) atau melalui ekuitas (investasi pemegang saham). Rasio ini dihitung dengan membagi total liabilitas perusahaan dengan ekuitas pemegang sahamnya. Rasio D/E yang tinggi berarti perusahaan menggunakan utang untuk mendanai pertumbuhannya, sedangkan rasio D/E yang rendah berarti perusahaan lebih mengandalkan ekuitas.
Metrik ini digunakan oleh investor untuk menilai leverage keuangan perusahaan dan risiko gagal bayar perusahaan. Perusahaan dengan rasio D/E yang tinggi lebih terpapar perubahan suku bunga, penurunan kondisi bisnis, dan risiko kebangkrutan. Perusahaan dengan rasio D/E yang rendah dibiayai dengan lebih konservatif, dan perusahaan tersebut lebih sedikit terpapar biaya layanan utang.
Apa yang rasio ini beritahu Anda
Rasio D/E sebesar 1 berarti perusahaan memiliki jumlah utang dan ekuitas yang sama. Rasio sebesar 2 berarti perusahaan memiliki utang dua kali lebih banyak daripada ekuitas. Rasio sebesar 0,5 berarti perusahaan memiliki utang setengah dari jumlah ekuitas. Rasio ini bervariasi menurut industri, dan “rasio yang baik” atau “rasio yang buruk” bergantung pada rata-rata industri tersebut.
Sebuah perusahaan utilitas (arus kas yang stabil, pendapatan yang dapat diprediksi) dapat mempertahankan rasio D/E yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan teknologi (arus kas yang berfluktuasi, pendapatan yang tidak pasti). Rasio D/E sebaiknya dibandingkan dengan rata-rata industri, bukan dengan ambang batas yang bersifat absolut.
Rasio D/E juga memberi tahu Anda tentang financial leverage perusahaan. Perusahaan dengan rasio D/E sebesar 2 memiliki utang dua kali lebih banyak daripada ekuitas, dan perusahaan menggunakan uang pinjaman untuk memperbesar return atas ekuitas. Financial leverage bekerja dengan cara yang sama seperti margin leverage dalam akun trading: ia memperbesar potensi keuntungan sekaligus kerugian.
Cara menghitungnya
Rasio D/E adalah total liabilitas dibagi ekuitas pemegang saham. Total liabilitas mencakup utang jangka pendek (jatuh tempo dalam satu tahun) dan utang jangka panjang (jatuh tempo setelah satu tahun). Ekuitas pemegang saham adalah selisih antara total aset perusahaan dan total liabilitas.
Sebuah perusahaan dengan €500 juta total liabilitas dan €250 juta ekuitas pemegang saham memiliki rasio D/E sebesar 2 (€500 juta / €250 juta). Perusahaan dengan €100 juta total liabilitas dan €500 juta ekuitas pemegang saham memiliki rasio D/E sebesar 0,2 (€100 juta / €500 juta). Perusahaan pertama memiliki leverage keuangan yang tinggi; perusahaan kedua memiliki leverage keuangan yang rendah.
Variasi industri
Rata-rata rasio D/E bervariasi secara signifikan menurut industri. Sektor keuangan (bank, perusahaan asuransi, perusahaan investasi) memiliki rasio D/E tertinggi, karena model bisnis industri tersebut didasarkan pada aktivitas pinjam-meminjam. Bank dengan rasio D/E sebesar 10 adalah hal yang normal; bank dengan rasio D/E sebesar 2 berarti kurang leverage.
Sektor teknologi memiliki rasio D/E terendah, karena perusahaan menghasilkan kas dari operasi dan tidak perlu utang untuk mendanai pertumbuhan. Perusahaan teknologi dengan rasio D/E 0,1-0,3 adalah hal yang umum; perusahaan teknologi dengan rasio D/E di atas 1 dianggap sangat leveraged.
Sektor industri dan sektor utilitas berada di antara keduanya, dengan rasio D/E tipikal masing-masing 1-2 untuk industri dan 2-4 untuk utilitas. Variasi ini dipengaruhi oleh intensitas modal industri dan stabilitas arus kas.
Keterbatasan rasio tersebut
Rasio D/E memiliki dua keterbatasan yang signifikan. Pertama, rasio ini menggunakan nilai buku (nilai yang ada di neraca), bukan nilai pasar (nilai yang diberikan pasar pada aset dan ekuitas). Perusahaan dengan merek yang dinilai baik dan posisi pasar yang kuat mungkin memiliki ekuitas buku yang rendah dan rasio D/E yang tinggi, meskipun posisi keuangan sebenarnya perusahaan tersebut lebih kuat.
Kedua, rasio ini tidak membedakan antara utang yang baik dan utang yang buruk. Perusahaan yang meminjam uang untuk berinvestasi pada proyek berimbal hasil tinggi (ekspansi pabrik, lini produk baru, akuisisi) memiliki rasio D/E yang sementara meningkat, tetapi utangnya produktif. Perusahaan yang meminjam uang untuk membayar dividen atau menutup kerugian operasional memiliki rasio D/E yang meningkat karena alasan yang merusak.
Cara menggunakan rasio dalam trading saham
Trader yang sedang mengevaluasi sebuah saham sebaiknya memeriksa rasio D/E sebagai salah satu dari beberapa metrik, bersama dengan laba, pertumbuhan pendapatan, margin laba, dan arus kas bebas. Rasio D/E yang secara signifikan berada di atas rata-rata industri adalah tanda bahaya, dan trader sebaiknya menyelidiki alasan tingginya leverage.
Trader yang sedang mempertimbangkan posisi yang menggunakan leverage pada saham dengan D/E tinggi harus berhati-hati, karena leverage keuangan perusahaan memperbesar volatilitas saham. Penurunan kecil pada pendapatan atau kenaikan kecil pada suku bunga dapat berdampak besar pada laba perusahaan dengan D/E tinggi, dan dampak terhadap laba tersebut tercermin pada harga saham.
Sumber daya terkait
Dari mana memulai
Jika Anda sedang menilai rasio D/E (Debt-to-Equity) sebuah perusahaan, langkah pertama yang paling berguna adalah membandingkan rasio tersebut dengan rata-rata industri dan dengan tren historis perusahaan. Perbandingan broker kami mencantumkan alat riset dan screeners di setiap broker, yang bersama-sama menunjukkan seperti apa data keuangan sebelum Anda melakukan transaksi.