Peran Produk Berpengungkit dalam Perdagangan Saham

Produk leverage menggandakan imbal hasil harian dari aset acuan. Perannya adalah sebagai alat taktis untuk posisi jangka pendek dan sebagai lindung nilai untuk portofolio. Di luar itu, produk-produk ini menekan imbal hasil jangka panjang.

Pernyataan Penyangkalan

Ini bukan nasihat investasi. Informasi yang diberikan hanya untuk tujuan edukasi dan informasi serta tidak merupakan rekomendasi untuk membeli atau menjual produk keuangan apa pun.

Versi bahasa Inggris dari peringatan risiko ini bersifat otoritatif. Terjemahan disediakan hanya untuk kenyamanan.

Produk berpengungkit adalah instrumen apa pun yang mengalikan imbal hasil harian dari aset acuan. Kategori ini mencakup leveraged ETF, leveraged ETP, leveraged CFDs, leveraged warrants, single-stock futures, serta setiap posisi margin di mana tingkat pengungkit ditetapkan oleh Broker. Peran produk berpengungkit adalah memberi trader alat untuk penempatan taktis jangka pendek, lindung nilai (hedging), dan efisiensi modal. Di luar kegunaan tersebut, produk biasanya menjadi beban (drag) terhadap imbal hasil jangka panjang, dan beban itu dihasilkan dari penyesuaian (reset) harian, biaya pendanaan, serta risiko gap.

Peran dalam penempatan taktis jangka pendek

Kasus penggunaan yang paling jelas adalah penempatan taktis jangka pendek. Seorang trader dengan pandangan arah pada sebuah saham, sektor, atau indeks untuk beberapa hari ke depan dapat menggunakan produk leverage untuk menyesuaikan ukuran posisi dengan pandangan tersebut, tanpa harus mengalokasikan seluruh nilai nosional dalam bentuk kas. Posisi dibuka, dipertahankan untuk waktu singkat, lalu ditutup. Reset harian tidak menjadi beban yang berarti selama beberapa hari, dan biaya pendanaan kecil.

Penempatan taktis adalah kasus penggunaan yang paling umum, dan di sinilah produk berperilaku sesuai rancangan. Trader yang benar menghasilkan imbal hasil yang merupakan kelipatan dari imbal hasil aset acuan. Trader yang salah menghasilkan kerugian yang merupakan kelipatan dari kerugian aset acuan.

Penempatan taktis juga merupakan tempat mekanisme produk selaras dengan maksud trader. Trader menggunakan produk untuk periode singkat, dan reset harian, biaya pendanaan, serta risiko gap semuanya kecil.

Peran dalam lindung nilai

Kasus penggunaan kedua adalah lindung nilai (hedging). Seorang trader dengan portofolio yang panjang (long) dapat mengambil posisi short pada produk inverse berleveraj untuk melindungi jendela risiko yang sudah diketahui, dan biaya lindung nilai adalah suku bunga pembiayaan (financing rate) ditambah tracking error produk. Biayanya biasanya kecil untuk indeks-indeks utama, dan lindung nilai tersebut merupakan cara yang rapi (clean) untuk mengelola risiko.

Lindung nilai paling berguna di pasar yang bergerak cepat (fast market), ketika pandangan trader tentang arah pergerakan tidak pasti dan trader ingin melindungi portofolio dari penurunan mendadak. Lindung nilai juga berguna dalam jendela peristiwa yang sudah diketahui (rapat Fed, klaster earnings), ketika trader ingin mengunci nilai portofolio melalui peristiwa tersebut tanpa menjual posisi.

Lindung nilai menjadi kurang berguna sebagai posisi jangka panjang, karena biaya pembiayaan akan terakumulasi (compounds). Trader yang menggunakan produk inverse berleveraj sebagai lindung nilai jangka panjang membayar biaya pembiayaan untuk seluruh periode kepemilikan, dan biayanya menjadi beban nyata (real drag). Trader yang membutuhkan lindung nilai jangka panjang sebaiknya menggunakan opsi put atau kontrak futures berjangka panjang (long-dated).

Peran dalam efisiensi modal

Salah satu kasus penggunaan ketiga adalah efisiensi modal. Seorang trader yang ingin mendapatkan eksposur ke sektor khusus atau saham berharga tinggi dapat menggunakan produk leverage untuk mencapai eksposur tersebut dengan biaya yang lebih murah. Modal yang dibebaskan adalah manfaat ekonomis, dan trader dapat menggunakannya untuk perdagangan lain, melakukan hedge, atau menyimpannya sebagai kas.

Efisiensi modal paling bermanfaat bagi trader dengan akun kecil, yang sebaliknya tidak mampu membayar nilai nosional penuh dari posisi tersebut. Trader dengan akun €5.000 yang ingin mendapatkan eksposur ke ETF sektor senilai €50.000 dapat menggunakan produk leverage 10:1, dan produk tersebut adalah perdagangannya. Trader dengan akun €500.000 yang menginginkan eksposur yang sama lebih baik membeli produk tanpa leverage, dan leverage tidak diperlukan.

Efisiensi modal juga berguna bagi trader yang ingin mempertahankan portofolio yang terdiversifikasi dan menambahkan posisi taktis. Trader yang memiliki 90% akun dalam portofolio jangka panjang dapat menggunakan 10% sisanya dengan leverage 5:1 untuk mengambil posisi taktis, dan ukuran posisi disesuaikan dengan anggaran risiko trader. Trader yang menggunakan leverage untuk 100% posisi taktis akan terpapar profil risiko asimetris dari leverage, dan risikonya tidak konsisten dengan anggaran risiko trader.

Biaya dari penyalahgunaan

Penyalahgunaan yang paling umum adalah menahan dalam jangka panjang. Seorang trader yang membeli ETF leveraged 2× atau 3× sebagai investasi jangka panjang terpapar daily reset drag, biaya pendanaan, dan risiko gap, sehingga hasilnya biasanya berada di bawah imbal hasil aset yang mendasarinya. Trader yang menahan produk leveraged selama satu tahun dalam pasar yang bergejolak menghasilkan imbal hasil yang jauh di bawah 2× imbal hasil aset yang mendasarinya, kadang-kadang negatif.

Penyalahgunaan yang kedua paling umum adalah taruhan yang terlalu leveraged. Seorang trader yang mengambil posisi leveraged 5× pada satu saham terpapar gap sebesar 5% yang menghasilkan kerugian 25% terhadap modal trader, dan kerugiannya lebih besar daripada anggaran risiko trader. Trader yang mengambil posisi leveraged 5× sebagai default pada setiap posisi menggunakan leverage sebagai penguat taruhan, dan penguat taruhan itulah sumber kerugian trader.

Penyalahgunaan yang ketiga paling umum adalah menahan semalam pada saham dengan volatilitas tinggi. Seorang trader yang menahan posisi leveraged dalam saham ber-volatilitas tinggi semalam terpapar gap pada pembukaan berikutnya, dan gap adalah penyebab paling umum dari kerugian besar bagi trader ritel yang menggunakan leverage. Trader yang menahan posisi selama akhir pekan, hari libur, atau peristiwa yang sudah diketahui terpapar gap, dan gap tersebut diperbesar oleh leverage.

Cara menggunakan produk leverage dengan benar

Jawaban jujurnya adalah menggunakan produk tersebut untuk posisi taktis jangka pendek, dengan stop yang ketat, dan ukuran yang hanya mencakup persentase kecil dari akun. Trader yang menggunakan produk untuk hold jangka panjang membayar biaya pendanaan untuk seluruh periode hold, dan biaya tersebut menjadi beban nyata terhadap imbal hasil. Trader yang menggunakan produk untuk taruhan yang terlalu leverage menghadapi profil risiko asimetris, dan profil itulah sumber kerugian trader.

Trader yang menggunakan produk dengan benar juga memakainya untuk tujuan tertentu, dengan exit yang didefinisikan. Trader tersebut tahu kapan harus masuk, kapan harus menambah, kapan harus mengurangi, dan kapan harus keluar. Trader tidak menahannya karena kebiasaan, dan tidak menambahnya saat terjadi drawdown. Disiplin yang diterapkan sama seperti untuk posisi tanpa leverage, tetapi taruhannya lebih tinggi.

Sumber daya terkait

Dari mana memulai

Jika Anda sedang mengevaluasi produk leverage untuk strategi Anda, fitur yang paling berguna untuk dibandingkan adalah rasio leverage, kebijakan reset harian, biaya pendanaan, dan margin pemeliharaan. Perbandingan broker kami mencantumkan leverage yang tersedia di setiap broker dan regulator yang mengawasi akun tersebut, yang bersama-sama memberi Anda gambaran tentang biaya dan risiko sebelum Anda menentukan ukuran posisi.