Ini bukan nasihat investasi. Informasi yang diberikan hanya untuk tujuan edukasi dan informasi serta tidak merupakan rekomendasi untuk membeli atau menjual produk keuangan apa pun.
Risiko produk leverage sudah sangat dikenal, terdokumentasi dengan baik, dan—ironisnya—sering diabaikan. Trader ritel yang membeli ETF leverage 2× atau 3× sebagai pegangan jangka panjang adalah kasus yang paling umum. Trader ritel yang menggunakan CFD leverage sebagai posisi multi-bulan adalah yang paling umum berikutnya. Trader ritel yang memegang produk leverage selama akhir pekan adalah yang ketiga. Dalam ketiga kasus tersebut, trader mengambil risiko yang sebenarnya produk itu tidak dirancang untuk menanggung, dan hasilnya biasanya berupa penurunan (drawdown) yang lebih besar dari yang diperkirakan.
Risiko reset harian
Risiko yang paling umum adalah reset harian. Produk leverage yang menargetkan kelipatan harian dari aset acuan melakukan penyeimbangan ulang (rebalancing) pada penutupan. Dalam pasar yang datar atau berombak, reset harian tersebut mengakumulasi (compounds) dengan cara yang menghasilkan imbal hasil di bawah imbal hasil kumulatif dari aset acuan. Efeknya kecil per hari dan besar dalam hitungan minggu. Seorang trader yang memegang ETF S&P 500 leverage 2× selama setahun dalam pasar yang berombak dapat menghasilkan imbal hasil jauh di bawah 2× imbal hasil aset acuan—kadang negatif sementara aset acuan justru positif.
Risiko ini paling terasa pada pasar menyamping (sideways) dengan volatilitas realisasi yang tinggi. Pergerakan harian besar ke kedua arah, dan produk disesuaikan ulang ke setiap pergerakan. Hasilnya adalah penurunan yang lambat (slow decay) yang tidak terlihat pada P&L harian, tetapi terakumulasi dalam P&L bulanan.
Risiko gap
Risiko kedua adalah gap. Produk ini di-rebalance pada penutupan, tetapi trader mungkin tetap memegangnya saat terjadi gap pada pembukaan berikutnya. Gap turun pada underlying sebesar 3% pada saat pembukaan menghasilkan kerugian pada produk ber-leverage 2× sebesar 6% sebelum trader sempat bereaksi. Rebalance tidak terjadi, dan stop trader tidak aktif pada level yang tepat karena stop ditetapkan berdasarkan penutupan sebelumnya.
Risiko gap paling akut selama akhir pekan, hari libur, atau peristiwa yang sudah diketahui. Trader terekspos terhadap gap untuk seluruh periode yang tertutup, dan produk ber-leverage memperbesar dampak gap tersebut. Solusinya adalah menentukan ukuran posisi berdasarkan risiko gap, bukan risiko harian, serta keluar dari posisi saat ada peristiwa yang sudah diketahui.
Risiko pendanaan
Risiko ketiga adalah biaya pendanaan. Produk leverage yang dipertahankan semalaman membayar tingkat pendanaan atas porsi yang dipinjam. Tingkat tersebut dipublikasikan di halaman produk broker, dan terakumulasi setiap hari. Untuk posisi leverage 2×, biaya pendanaan kira-kira setengah dari tingkat margin broker. Untuk posisi leverage 3×, kira-kira dua pertiga. Selama setahun, biayanya berarti, dan dibayarkan baik saat perdagangan untung maupun rugi.
Biaya pendanaan adalah alasan paling umum mengapa produk leverage berkinerja di bawah aset yang mendasarinya dalam jangka panjang. Seorang trader yang memegang produk leverage selama satu tahun dan menghasilkan imbal hasil kotor 10% pada aset yang mendasarinya menghasilkan imbal hasil sebesar 10% × rasio leverage dikurangi biaya pendanaan. Biaya ini tidak terlihat dalam P&L harian, tetapi muncul dalam imbal hasil akhir tahun.
Risiko margin call
Risiko keempat adalah margin call. Produk leverage yang dipertahankan dengan margin, bukan sebagai posisi yang sepenuhnya didanai, tunduk pada margin call jika posisi bergerak melawan trader. Margin call terjadi pada tingkat maintenance margin, dan trader diminta untuk menyetor lebih banyak kas, menutup sebagian posisi, atau keduanya. Jika trader tidak merespons, broker menutup posisi pada harga terburuk yang tersedia, mengunci kerugian, dan mengenakan biaya.
Risiko margin call paling akut di pasar yang bergerak cepat, di mana posisi dapat melewati level margin call sebelum trader sempat bereaksi. Penutupan paksa mengunci kerugian, dan pemulihan tidak mungkin dilakukan dari posisi yang telah ditutup. Trader akhirnya memiliki akun yang lebih kecil dan pandangan yang lebih buruk tentang pasar.
Risiko perilaku
Risiko kelima adalah risiko perilaku. Seorang trader yang sedang untung pada posisi ber-leverage enggan mengambil profit, karena imbal hasil terasa terlalu kecil dibandingkan leverage. Seorang trader yang sedang rugi pada posisi ber-leverage enggan mengambil kerugian, karena kerugian terasa terlalu besar untuk transaksi tersebut. Hasilnya adalah posisi yang ditahan terlalu lama di kedua arah, sering kali dengan trader menambah posisi pada saat yang paling buruk.
Risiko perilaku adalah yang paling sulit dikelola, karena tidak terlihat dalam mekanika produk. Solusinya adalah menetapkan target dan stop sebelum transaksi dibuka, lalu mematuhinya ketika harga mencapai level tersebut. Disiplinnya sama seperti pada posisi tanpa leverage, tetapi taruhannya lebih tinggi.
Cara mengelola risikonya
Jawaban yang jujur adalah dengan menyesuaikan ukuran posisi terhadap stop dan akun, serta menahannya dalam waktu singkat. Risiko dari produk berleveraged paling akut ketika produk tersebut ditahan dalam waktu lama, posisi tidak dihedge, dan trader menggunakan leverage untuk mengambil posisi yang lebih besar daripada posisi yang seharusnya tanpa leverage. Produk berleveraged yang digunakan sebagai alat taktis jangka pendek, dengan stop yang ketat dan persentase kecil dari akun yang berisiko, adalah produk yang wajar. Produk berleveraged yang digunakan sebagai investasi jangka panjang adalah sesuatu yang merusak.
Sumber daya terkait
Mulai dari mana
Jika Anda sedang menilai produk leverage untuk portofolio Anda, fitur yang paling berguna untuk dibandingkan adalah rasio leverage, kebijakan reset harian, biaya pendanaan, dan margin pemeliharaan. Perbandingan broker kami mencantumkan leverage yang tersedia di setiap broker dan regulator yang mengawasi akun tersebut, yang bersama-sama memberi Anda gambaran tentang biaya dan tingkat risikonya sebelum Anda menentukan ukuran posisi.