Margin Variasi dan Leverage: Panduan untuk Trader Saham

Margin variasi adalah penyelesaian harian atas P&L pada posisi yang menggunakan leverage. Ini menjaga ekuitas trader tetap selaras dengan kondisi pasar, dan ini menjadi sumber sebagian besar margin call.

Pernyataan Penyangkalan

Ini bukan nasihat investasi. Informasi yang diberikan hanya untuk tujuan edukasi dan informasi serta tidak merupakan rekomendasi untuk membeli atau menjual produk keuangan apa pun.

Versi bahasa Inggris dari peringatan risiko ini bersifat otoritatif. Terjemahan disediakan hanya untuk kenyamanan.

Margin variasi adalah penyelesaian harian atas laba dan rugi pada posisi yang menggunakan leverage. Mekanismenya adalah cara Broker menjaga ekuitas trader tetap selaras dengan kondisi pasar, dan ini menjadi sumber sebagian besar margin call: ketika ekuitas trader turun di bawah maintenance margin, Broker mengeluarkan margin call, dan trader harus menambahkan dana atau menutup posisi.

Margin variasi adalah selisih antara nilai posisi pada penutupan sebelumnya dan nilai posisi pada penutupan saat ini. Selisih tersebut ditambahkan ke atau dikurangkan dari akun trader, dan ekuitas diperbarui sesuai dengan itu. Mekanisme ini berlaku untuk produk berleverage (futures, CFDs, single-stock futures, opsi atas futures), dan tidak berlaku untuk posisi kas yang tidak menggunakan leverage.

Cara variation margin bekerja dalam praktik

Seorang trader mengambil posisi long pada saham dengan leverage 5× seharga €100. Posisi tersebut terdiri dari 20% ekuitas trader, dan 80% dipinjam. Nilai nosional posisi adalah €20.000, dan ekuitas trader adalah €4.000. Di akhir hari, saham ditutup pada €101. Posisi kini bernilai €20.200, dan ekuitas trader menjadi €4.200. Variation margin adalah +€200, dikreditkan ke akun.

Jika saham ditutup pada €99, posisi bernilai €19.800, dan ekuitas trader menjadi €3.800. Variation margin adalah -€200, didebit dari akun. Ekuitas turun sebesar 5% (dari €4.000 menjadi €3.800), dan posisi kini semakin dekat dengan maintenance margin.

Margin pemeliharaan dan margin call

Margin pemeliharaan adalah ekuitas minimum yang harus dimiliki trader dalam posisi ber-leverage agar posisi tetap terbuka. Angka ini ditetapkan oleh Broker (dan kadang oleh regulator), serta merupakan persentase dari nilai nosional posisi. Margin pemeliharaan yang umum untuk satu future saham adalah 25% dari nilai nosional.

Ketika variation margin menurunkan ekuitas trader hingga mencapai level margin pemeliharaan, Broker mengeluarkan margin call. Trader memiliki jangka waktu (biasanya 1-3 hari) untuk menambahkan dana agar ekuitas kembali di atas margin pemeliharaan, atau untuk menutup posisi. Jika trader tidak melakukan keduanya, Broker menutup posisi pada harga yang tersedia berikutnya, dan kerugian pun terkunci.

Bagaimana leverage memengaruhi variation margin

Semakin tinggi leverage, semakin besar variation margin per unit pergerakan harga. Posisi dengan leverage 2× pada saham yang bergerak 5% menghasilkan variation margin 10% (positif atau negatif). Posisi dengan leverage 5× menghasilkan variation margin 25%. Posisi dengan leverage 10× menghasilkan variation margin 50%. Variation margin adalah mekanisme yang menerapkan profil risiko leverage.

Seorang trader yang menggunakan leverage tinggi mengambil variation margin yang besar pada pergerakan harga yang kecil. Margin bisa bernilai positif pada perdagangan yang menang dan bernilai negatif pada perdagangan yang kalah. Ekuitas bergerak sejalan dengan variation margin, dan akun dapat habis oleh rangkaian perdagangan yang kalah dengan ukuran normal.

Cara mengelola risiko variation margin

Aturan pertama adalah menentukan ukuran posisi sesuai dengan risk budget. Posisi kecil menghasilkan variation margin yang kecil untuk setiap pergerakan harga, dan variation margin yang kecil adalah peristiwa yang masih bisa dipulihkan. Posisi besar menghasilkan variation margin yang besar yang dapat memicu margin call pada hari perdagangan normal.

Kedua, pantau posisi. Trader yang memegang posisi dengan leverage harus memeriksa ekuitas akun setidaknya setiap hari, dan siap menambah dana atau menutup posisi jika ekuitas mendekati maintenance margin. Trader yang tidak memantau terekspos pada margin call yang bisa terjadi sebelum trader sempat bereaksi.

Ketiga, hindari menahan posisi melewati peristiwa yang sudah diketahui. Variation margin dihitung pada penutupan, tetapi gap pada pembukaan berikutnya tidak tercermin di dalamnya. Gap turun 5% pada posisi dengan leverage 5× menghasilkan kerugian 25% pada ekuitas pada pembukaan berikutnya, yang bisa lebih besar daripada maintenance margin. Menahan melewati peristiwa yang sudah diketahui berarti mengambil risiko gap secara sadar.

Perbedaan antara variation margin dan initial margin

Initial margin adalah jumlah yang harus disetor trader untuk membuka posisi. Variation margin adalah penyelesaian harian atas keuntungan dan kerugian. Keduanya saling terkait tetapi berbeda: initial margin adalah tiket masuk, dan variation margin adalah tagihan berjalan.

Seorang trader yang membuka posisi dengan leverage 5× dan initial margin 20% akan membuat posisi tersebut ditandai ke pasar setiap hari. Variation margin dikreditkan atau didebit berdasarkan pergerakan harga. Ekuitas trader dalam posisi tersebut berubah setiap hari, dan ekuitas menjadi dasar untuk pengecekan maintenance margin.

Sumber daya terkait

Dari mana memulai

Jika Anda sedang mencari cara memahami bagaimana variation margin memengaruhi trading Anda, langkah pertama yang paling berguna adalah memeriksa persyaratan maintenance margin di broker Anda, menghitung pergerakan harga yang akan menurunkan ekuitas Anda hingga level maintenance, lalu menentukan ukuran posisi agar pergerakan harga tersebut berada jauh di luar kisaran harian normal. Perbandingan broker kami mencantumkan maintenance margin dan tingkat pembiayaan di setiap broker, yang bersama-sama menunjukkan seperti apa variation margin sebelum Anda mengambil posisi.